FileHippo.com update
MENENTUKAN SIKAP
*MENENTUKAN SIKAP*
Ketika orang senyum ramah dan bersikap respek pada Anda, spontan Anda akan membalas dengan senyuman, respek dan merasa bahagia.
Ketika orang berbicara ketus, bersikap menghina, Anda pun membalas dengan ketus, balik menghina dan sakit hati.
Anda telah *MEMBIARKAN* orang lain *MENENTUKAN* sikap Anda.
Anda menjadi baik karena orang baik pada Anda.
Anda menjadi jahat karena orang menjahati Anda.
Anda jujur karena lingkungan jujur.
Anda licik karena lingkungan licik.
Anda berjudi karena orang berjudi.
Anda beramal karena orang beramal kepada Anda.
Anda baik bukan karena Anda baik,
tapi karena orang lain baik.
Anda kejam bukan karena Anda jahat,
tapi karena orang lain kejam lalu Anda menjadi kejam.
Di mana *diri* Anda?
Di mana kesadaran dan kepribadian Anda?
Anda tidak mempunyai kepribadian,
orang lain yang menentukan kepribadian Anda.
Anda tidak punya sikap, lingkungan yang memberi Anda sikap.
Anda tidak menjadi *tuan* bagi diri Anda, orang lain dan lingkungan yg menjadi tuan atas diri Anda.
Inilah bedanya dengan orang *bijak* :
ORANG BIJAK melakukan kebaikan bukan karena dunia baik padanya,
ORANG BIJAK melakukan kebaikan walaupun dunia menjahatinya.
*BILA ADA ORANG MENJAHATI ANDA,*
*ITU URUSAN ORANG TERSEBUT.*
*BILA KITA MELAKUKAN KEBAIKAN,*
*ITU KARENA KESADARAN KITA AKAN MANFAAT KEBAIKAN ITU SENDIRI.*
*BUKAN ORANG LAIN, TAPI ANDA SENDIRI YANG MENENTUKAN SIKAP DAN PERBUATAN ANDA!!*
Salam damai sejahtera
GBU
Gadis Penjual Apel
Beberapa tahun lalu sebuah grup salesman menghadiri sebuah konfrensi di Chicago. Mereka telah berjanji kepada istri masing-masing akan tiba di rumah pada hari Jumat malam untuk makan malam bersama. Hal ini membuat mereka terburu-buru mengejar pesawat mereka sambil membawa koper-kopernya. Namun saat menuju tempat boarding pass tanpa sengaja salah seorang salesman itu menyenggol sekotak apel yang dijajakan. Apel-apel itu berhamburan kemana-mana. Namun para salesman itu tetap bergegas mengejar pesawat mereka, karena jika tidak maka mereka akan terlambat.
Tapi satu orang diantara mereka berhenti. Dia berhenti sejenak dan mengambil nafas dalam-dalam, dia mencoba mendengarkan suara hatinya, dan ia merasakan belas kasihan pada gadis yang menjual apel-apel itu. Dia segera memberitahu teman-temannya untuk berangkat tanpa dirinya, dia meminta salah satu dari mereka untuk menghubungi istrinya bahwa ia akan terlambat pulang. Pria itu kemudian kembali ke terminal dimana apel-apel tadi berhamburan ke lantai.
Pria itu bersyukur telah membuat keputusan yang benar. Gadis penjual apel itu ternyata buta! Gadis itu menangis, dan rasa frustasi terlihat jelas diwajahnya. Dia mencoba meraba-raba mencari apel-apelnya. Ia berseru meminta pertolongan untuk mengumpulkan barang dagangannya, namun tidak seorang pun yang peduli.
Salesman itu berlutut memunguti apel itu bersama gadis itu, setelah mengumpulkannya, ia membantu menatanya kembali di meja. Saat ia melihat banyak diantara apel itu yang rusak, ia memisahkannya. Saat telah selesai, ia berkata kepada gadis itu, “Ini uang 40 dolar, tolong ambil ini untuk mengganti kerusakan yang terjadi. Apakah kamu baik-baik saja?”
Gadis itu menghapus air matanya.
Pria itu kemudian berkata, “Aku harap apa yang kami lakukan tidak merusak harimu sedemikian buruk.”
Ketika pria itu hendak pergi meninggalkan gadis buta itu, gadis itu memanggilnya kembali.
”Tuan..” Pria itu berbalik menatap gadis itu.
”Apakah engkau Malaikat Allah?” tanya gadis itu.
Pria itu hanya tertegun dan tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Perlahan dia pergi ke arah penjual tiket untuk pulang ke rumahnya dengan pesawat selanjutnya. Namun pertanyaan gadis itu terus terdengar di telinganya, “Apakah engkau,Malaikat Allah?”
Inspirasi Penumbuh Rohani mengajak kita untuk memberi diri dan iman kita untuk makin dimurnikan oleh Allah melalui tiga ujian: ujian kesungguhan iman, ujian keteguhan iman melalui kesabaran menantikan penggenapan keselamatan dan ujian ketangguhan iman melalui berbagai petaka dan penderitaan hidup. Banyak orang di dunia ini seperti gadis itu, mereka dalam keadaan buta dan membutuhkan pertolongan.
seharusnya kita berjalan dan hidup sebagaimana yang telah Allah ajarkan, sehingga ketika kehidupan seseorang bersentuhan dengan hidup kita, dia dapat merasakan kasih Allah itu. Sudahkah hidup kita mencerminkan kehidupan yang Allah ajarkan?
Selamat pagi
selamat berakhir pekan..
Tali Kasih
Ini ada kisah yg bagus
Kisah Nyata
'Ban Mobil Kempes'
Pada suatu hari seorang pria melihat seorang wanita lanjut usia sedang berdiri kebingungan di pinggir jalan.
Meskipun hari sdh gelap, pria itu dapat melihat, bahwa sang nyonya sedang membutuhkan pertolongan. Maka pria itu menghentikan mobilnya di depan mobil Benz wanita itu dan keluar menghampirinya. Mobil Pontiac-nya masih menyala, ketika pria itu mendekati sang nyonya.
Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih ketakutan.
Tak ada seorangpun berhenti menolongnya selama beberapa jam ini. Apakah pria ini akan melukainya ?
Pria itu kelihatan tak baik. Ia kelihatan miskin dan kelaparan.
Sang pria dapat melihat bahwa wanita itu ketakutan, sementara berdiri disana kedinginan. Ia mengetahui bagaimana perasaan wanita itu. Ketakutan itu membuat sang nyonya tambah kedinginan.
Kemudian pria itu berkata, "Saya disini untuk menolong anda, Nyonya. Masuk ke dalam mobil saja, supaya anda merasa hangat ! Ngomong-ngomong, nama saya Bryan Anderson."
Oh, sebenarnya ia hanya mengalami ban kempes, namun bagi wanita lanjut usia seperti dia, kejadian itu cukup buruk.
Bryan merangkak ke bawah bagian sedan, mencari tempat untuk memasang dongkrak. Selama mendongkrak itu beberapa kali jari-jarinya membentur tanah. Segera ia dapat mengganti ban itu ... Namun, akibatnya ia jadi kotor dan tangannya terluka.
Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda ban, wanita itu menurunkan kaca mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu.
Ia mengatakan kepada pria itu bahwa ia berasal dari St. Louis dan hanya sedang lewat di jalan ini. Ia sangat berutang budi atas pertolongan pria itu.
Bryan hanya tersenyum, ketika ia menutup bagasi mobil wanita itu.
Sang nyonya menanyakan berapa yang harus ia bayar, sebagai ungkapan terima kasihnya. Berapa pun jumlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita kaya itu. Ia sudah membayangkan semua hal mengerikan yang mungkin terjadi seandainya pria itu tak menolongnya.
Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat bayaran. Ia menolong orang lain tanpa pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan dan melakukan karma baik, banyak orang telah ditolong dirinya pada waktu yang lalu.
Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu dan tidak pernah ia berbuat hal sebaliknya.
Pria itu mengatakan kepada sang nyonya, bahwa seandainya ia ingin membalas Kebaikannya, berikan bantuan pada pada orang lain pada waktu berikutnya apabila melihat seseorang yang memerlukan bantuan, ia dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan Bryan menambahkan, "Dan ingatlah kepada Saya."
Bryan menunggu sampai wanita itu menyalakan mobilnya dan berlalu.
Hari itu dingin dan membuat orang depresi, namun pria itu merasa nyaman, ketika ia pulang ke rumah, menembus kegelapan senja.
Beberapa kilometer dari tempat itu sang nyonya melihat sebuah kafe kecil. Ia turun dari mobilnya untuk sekedar mencari makanan kecil dan menghangatkan badan sebelum pulang ke rumah.
Restoran itu nampak agak kotor. Diluar kafe itu ada dua pompa bensin yang sudah tua. Pemandangan di sekitar tempat itu sangat asing baginya.
Sang pelayan, seorang wanita mendatangi wanita tua itu dan membawakan handuk bersih untuk mengelap rambut wanita yang basah itu.
Pelayan itu tersenyum manis, meskipun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya krn berdiri sepanjang hari.
Sang nyonya melihat bahwa pelayan wanita itu sedang hamil hampir delapan bulan, namun pelayan itu tak membiarkan keadaan dirinya mempengaruhi sikap pelayanannya kepada para pelanggan restoran.
Wanita lanjut itu heran bagaimana pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat memberikan suatu pelayanan yang baik kepada orang asing seperti dirinya.
Dan wanita lanjut itu ingat kepada Bryan.
Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya, ia membayar dengan uang kertas $100. Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk memberi uang kembalian kepada wanita itu.
Ketika kembali ke mejanya, sayang sekali wanita itu sudah pergi. Pelayan itu bingung, kemana perginya wanita itu.
Kemudian ia melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu.
Ada butiran air mata, ketika pelayan itu membaca apa yang ditulis wanita itu:
"Engkau tidak berutang apa-apa kepada saya. Saya juga pernah ditolong orang. Seseorang yang telah menolong saya, berbuat hal yang sama seperti yang saya lakukan.
Jika engkau ingin membalas kebaikan saya, inilah yang harus engkau lakukan: 'Jangan biarkan rantai kasih ini berhenti padamu.'"
Dan di bawah lap itu terdapat empat lembar uang kertas $ 100 lagi.
Wah, masih ada meja-meja yang harus dibersihkan, toples gula yang harus diisi, namun pelayan itu memutuskan untuk melakukannya esok hari saja.
Malam itu, ketika ia pulang ke rumah dan setelah semuanya beres ia naik ke ranjang.
Ia memikirkan tentang uang itu dan apa yang telah ditulis oleh wanita itu. Bagaimana wanita tua yg baik hati itu tahu tentang berapa jumlah uang yang ia dan suaminya butuhkan ?
Dengan kelahiran bayinya bulan depan, sangat sulit mendapatkan uang yang cukup.
Ia tahu betapa suaminya kuatir tentang keadaan mereka dan ketika suaminya sudah tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu memberikan ciuman lembut dan berbisik lembut dan pelan,
"Segalanya akan beres.
Aku mengasihimu, Bryan Anderson!"
[Ternyata wanita hamil ini adalah *istri Bryan, si Penolong* ]
- - - - - - - - - - -
RENUNGAN:
Ada pepatah lama yang mengatakan, *_"Berilah, maka Engkau akan Diberi"_*
Teman, hari ini saya mengirimkan kisah menyentuh ini dan saya harapkan anda meneruskannya. Biarkan terang kehidupan kita bersinar. Jangan hapus kisah ini, jangan biarkan saja !
Kirimkan kepada teman dan sahabat anda !
_'Teman baik itu seperti bintang-bintang di langit. Anda tidak selalu dapat melihatnya, namun anda tahu mereka selalu ada' ..._
Yuk, kita bagikan kebaikan hari ini pada 1 orang saja, semoga rantai ini tdk akan pernah terputus.. percayalah, energi positif itu sifatnya menular. ❤
Semoga kita semua hidup dalam kedamaian dan bahagia. π
Hidup ini hanya sementara
Larry dan Harry, *dua orang tunawisma* diberi kesempatan untuk melakukan perjalanan ke negara dunia ketiga dalam sebuah perjalanan dengan biaya penuh.
Mereka disuruh untuk membawa apa-apa dan kembali tanpa apa-apa ...
Mereka harus memastikan mereka menghabiskan semua yang diberikan kepada mereka.
Penyediaan telah dilakukan untuk biaya dan kesejahteraan mereka yang akan mereka dapatkan saat tiba di tempat tujuan mereka.
Satu-satunya peringatan adalah bahwa keduanya tidak tahu kapan mereka akan diminta untuk kembali ke rumah.
Ketika mereka tiba, mereka berdua diberi sejumlah besar uang dan kartu kredit tanpa batas, namun mengingatkan untuk menghabiskan semuanya sebelum kembali ke negara asalnya.
Pada saat ini, mereka menjadi sangat kaya dengan standar lokal.
Harry memikirkan dirinya sendiri. "Wow! Ini adalah kesempatan saya untuk hidup seperti raja karena saya tidak tahu berapa lama ini akan bertahan".
Jadi dia pergi dan menyewa Ferrari dan menyewa kamar terbaik di hotel terbaik di kota.
Dia pergi ke stylist terbaik, mencukur dan mengubah penampilannya. Dia mengadakan pesta setiap hari. Semua orang di kota mengira mobil dan kekayaan itu miliknya dan mereka mencintai dan menghormatinya untuk itu.
*Tapi....*
Di belakang pikirannya, Harry tahu dia akan pulang suatu hari nanti dan meninggalkan semuanya tapi dia tidak mau memikirkannya.
Saat ini dia tinggal di saat ini dan menikmati dirinya sepenuhnya ...
*Larry,* di sisi lain menyewa Honda kecil untuk mengajaknya berkeliling kota dan tinggal di penginapan sederhana.
Dia berpikir dalam hati. "Uang ini tidak akan bertahan dan saya tidak tahu kapan saya akan kembali, jadi saya harus melakukan sesuatu yang nyata dengan itu."
Dia memutuskan untuk *menggunakannya untuk mengubah kehidupan beberapa orang sementara masih ada waktu.*
Jadi dia sibuk, keluar jalan-jalan dan mulai membuat perbedaan.
Dia tidak hanya memberikan uang, melainkan mencoba untuk membantu orang menjadi mandiri.
Dia membayar semua biaya sekolah dari beberapa anak muda yang menjanjikan untuk memungkinkan mereka mendapatkan pendidikan dan merawat diri dan keluarga mereka.
Dia menemukan beberapa orang dewasa yang bertanggung jawab dan mendanai mereka dalam bisnis yang menjamin mereka bisa mengurus keluarga mereka dan menciptakan lapangan kerja.
*Dia menemukan cara untuk membantu beberapa orang tunawisma turun dari jalan dan membawa mereka ke dalam perdagangan karena dia berpikir "Saya berharap seseorang akan melakukan ini untuk saya saat saya kembali".*
*Singkatnya, sementara Larry ada di sana, dia sibuk mengubah hidup ..._*
Kemudian setelah dua bulan mereka tiba-tiba diberitahu bahwa sudah waktunya kembali.
Mereka bahkan belum menghabiskan semua uang tapi tetap harus meninggalkan semuanya.
Mereka berdua mengucapkan selamat tinggal dan menuju bandara.
Di bandara mereka diberi pakaian asli mereka untuk dipasang kembali sebelum menaiki pesawat kembali ke negara mereka ...
Harry mengenang masa-masa indah yang dia alami tapi tidak terlalu senang bahwa dia akan kembali ke kehidupan lamanya.
Bagaimana dia menyesuaikan diri dengan menjadi tunawisma?
*Larry di sisi lain merasa baik. Dia datang tanpa apa-apa dan tidak meninggalkan apa-apa, tapi setidaknya dia membantu orang lain dengan kesempatan hidup dan itu saja berarti dunia baginya.*
Menyesuaikan diri dengan menjadi tunawisma tidak akan menjadi masalah karena dia tidak pernah hidup seperti kekayaan itu miliknya dan selalu memilikinya di belakang pikirannya bahwa dia akan meninggalkan semuanya suatu hari nanti.
Tapi ... Sedikit yang mereka tahu bahwa setiap saat yang mereka habiskan untuk berlibur direkam diam-diam dan mereka akan diberi imbalan sesuai dengan itu.
Sekarang, mana yang menurut Anda akan dilemparkan kembali ke daerah kumuh sebagai orang tunawisma dan mana yang akan dipercayakan dengan sejumlah besar kekayaan dan posisi otoritas?
Hal yang sama terjadi dengan hidup kita di bumi.
*Kami dikirim ke sini dalam sebuah misi dan akan kembali dengan tangan kosong kecuali rekaman hubungan kami di bumi.*
Namun, banyak dari kita berjalan berkeliling berpikir bahwa kekayaan yang kita miliki adalah milik kita untuk selamanya.
Kita melihat diri kita di cermin dan berpikir bahwa apa yang kita lihat akan selalu ada di sana, lupa bahwa kita mengenakan kain sementara, tubuh manusia, yang akan kita butuhkan sebelum kita meninggalkan dunia ini.
Liburan kita di bumi hanyalah beberapa saat sementara kekekalan selamanya. Bagaimana kita menghabiskan liburan ini menentukan bagaimana kita bisa menghabiskan kekekalan.
Jadi .... *BAGAIMANA ANDA HIDUP KEHIDUPAN ANDA? APAKAH ANDA LARRY ATAU HARRY*
Selamat pagi..
Selamat berakhir pekan..
Kekosongan dan Kesombongan
Mobil pribadi tak lagi beranjak dari garasi. Jet pribadipun terparkir rapi di bandara. Lalu lintas udara telah ditutup. Masing-masing negara fokus untuk merawat warganya, berperang melawan musuh kecil yang tak terlihat.
Setiap manusia terkurung dalam kamarnya. Pakaian dari designer terkenal, sepatu dan jam bermerek, minyak wangi dan seonggok alat make up kehilangan artinya, tergeletak tak berguna.
Tak ada lagi meeting mendadak ataupun bisnis meeting yang menyita waktu sehingga sering kali kita tak punya lagi waktu untuk keluarga dan untuk Tuhan.
Tak ada lagi pesta yang harus dihadiri, tak ada lagi nonton bareng, tak ada pula tongkrongan di cafe, tak ada lagi arak2an dan pesta seni, bahkan uang pun terhenti di bank.. semua tak ada arti.
Apalagi yg bisa disombongkan & dibangga2kan dlm keadaan spt ini?
Saat ini Tuhan sedang membukakan mata setiap orang ..
Yg terpapar di RS saat ini dengan kelas yang sama tidak ada lg kelas VIP , Super VVIP .. Orang Banyak harta , orang Miskin harta bersatu di ruang & kelas yg sama utk berjuang melawan penyakit dengan pelayanan yg sama.
Saat meninggalpun di peti yang sama tidak ada lg peti berlapis emas & tanpa bisa ditemani org2 tercinta ke liang lahat.
Orang Kaya saat sehat semua orang mendekat & saat divonis terkena virus mematikan ini, wlupun kaya raya semua org menjauh.
Bahkan hal gereja yang megah dan mahal pun sekarang kosong, tiba waktunya setiap orang menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran di dalam hati.
Yang kita butuhkan hanya makanan dan udara tuk di hirup, kita hanya ingin hidup. Selebihnya menjadi tidak penting lagi.
Dunia tak pernah melihat kesombongan narsis seperti di jaman ini!
Kabar baiknya; kita diberikan 1 kesempatan lagi untuk introspeksi, melihat kedalam diri, bertanya kepada Tuhan: "Kenapa Tuhan membiarkan saya hidup?" Untuk bersuka2 atau untuk membeli mobil barukah? Atau mungkin untuk menyelesaikan pendidikan sarjana?
Apakah tujuan hidupku sekarang? Apakah tujuan hidupku setelah pandemi Covid 19?
Mengapa Tuhan menyelamatkan aku dan mengijinkan yang lain mati?
Manfaat apa yang harus kubawa untuk sesamaku manusia, apa yang harus kulakukan dengan sisa hidupku untuk Tuhan sehingga Tuhan memberikan ku satu kesempatan lagi?
Mari kita berdoa dan bertobat. Membuat komitmen baru untuk menjalani hidup ini dengan lebih berartiπ❤
Tetap Lakukan yg Terbaik untuk semua orang.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.ππ»
*************
Dalam waktu tiga bulan ini TUHAN ijinkan COVID-19 datang, sehingga kesulitan menimpa kita dan memaksa kita untuk melepaskan semua kesenangan, kebanggaan dan agenda pribadi kita.
Tanpa kita sadari seringkali kita menomor-sekiankan TUHAN dan lebih mengutamakan hal-hal lain melebihi hubungan kita dengan TUHAN.
Hari-hari ini iman kita sedang diuji dan kita dipaksa untuk menghancurkan semua *berhala* kita dan membangun hubungan dengan TUHAN dan dengan keluarga.
• Yang memberhalakan *olahraga*, sekarang semua stadion dipaksa tutup.
• Yang memberhalakan *uang* sekarang ekonomi runtuh.
• Yang memberhalakan *pekerjaan*, sekarang tidak bisa pergi bekerja.
• Yang memberhalakan *pergaulan*, sekarang tidak bisa bertemu teman-teman.
• Yang memberhalakan *pengetahuan dan kepintaran*, sekarang sekolah2 dan kampus tutup.
• Yang memberhalakan *makan-minum* sekarang cafe dan restoran tutup.
• Yang memberhalakan *pesta*, sekarang kumpul-kumpul dilarang.
• Yang memberhalakan *jalan-jalan atau liburan*, sekarang mall, tempat2 wisata tutup dan penerbangan cancel.
• Yang memberhalakan *bentuk tubuh*, sekarang salon kecantikan dan tempat2 gym tutup.
• Yang memberhalakan *pelayanan dan gedung gereja yang megah*, sekarang pertemuan ibadah dilarang dan *harus live streaming*.
• Yang malas *pulang ke rumah* dan suka kesal dengan suami/istri/anak/orang tua, *sekarang setiap hari siang-malam HARUS berkumpul dengan keluarga*.
*TUHAN itu baik!*
TUHAN tidak merancang kita untuk hancur.
Di tengah-tengah situasi sulit ini *TUHAN ingin kita kembali bersekutu dengan-Nya melebihi apapun dan DIA ingin kita mengetahui bahwa DIA sedang bekerja dan memulai musim yang baru bagi anak-anak-Nya*
Lepaskan yang lain, temui DIA dalam tempat rahasia-Nya dan dapatkan hati-Nya.
TUHAN YESUS KRISTUS memberkati. π
Penguatan Positif
*"Penguatan Positif"*
Oleh : Ajahn Brahm
Saya membaca kisah ini dalam majalah psikologi.
Ada seorang perempuan yang mengambil gelar doktoral dalam psikologi, dan tema tesisnya adalah cara melatih lumba-lumba di taman wisata laut untuk bermain polo air dan melompati gelang atraksi.
Ia menemukan bahwa cara mereka melatih lumba-lumba adalah jika lumba-lumba itu melompat seinci lebih tinggi, mereka akan menghadiahi lumba-lumba itu seekor ikan.
Ini disebut penguatan positif.
Jika lumba-lumba itu tidak melompat, mereka tidak menghukumnya.
Mereka tidak marah-marah kepada lumba-lumba itu. Mereka menunggu sampai dia melompat dua inci lebih tinggi lalu memberinya ikan lagi.
Jadi setiap kali dia melakukan sesuatu yang sedikit lebih mendekati yang mereka inginkan, mereka memberinya ikan. Inilah penguatan positif setahap demi setahap.
Perempuan ini bijaksana.
Ia menemui dosen pembimbingnya di kampus dan mendapatkan izin mengubah tesisnya, sebab ia menyadari dan mendapatkan wawasan luar biasa bahwa teknik yang sama untuk melatih lumba-lumba juga bisa digunakan pada suaminya.
Jadi alih-alih melatih lumba-lumba, ia mendapatkan izin meneliti bagaimana cara melatih suami.
Penelitiannya menghasilkan nasihat yang brilian dan praktis.
Begitu pula dengan melatih pasangan atau pacar, ataupun orang-orang di kantor. Bagaimana kita melakukan hal ini?
Kapan pun mereka melakukan sesuatu yang membuat Anda jengkel jangan pedulikan, jangan lakukan apapun.
Namun ketika mereka melakukan sesuatu yang Anda sukai, yang tidak membuat Anda jengkel, itulah saatnya Anda melempar seekor ikan kepada mereka,secara kiasan tentu saja.
Itu berarti anda memberikan tanggapan balik yang positif, dan itu sungguh efektif.
Salah satu bagian dari artikel Itu mengulas bahwa salah satu bagian yang paling menjengkelkan dari hubungannya dengan suaminya adalah ketika pada pagi hari,
saat mereka berdua bersiap pergi kerja, suaminya tak pernah bisa menemukan dasinya.
Ia sendiri harus bergegas pula untuk pergi kerja, dan ia harus berdandan lebih lama daripada laki-laki, namun suaminya terus-menerus berkata, "Sayang, bisakah kamu carikan dasiku?" Ini hanya masalah kecil, namun tiap pagi hal itu hanya membuatnya jengkel. Lagipula laki-laki itu bodoh jika tak bisa menemukan barangnya sendiri. Maka ia selalu marah dan jengkel kepadanya, lalu menetapkan metode lempar ikan ini
Pada saat suaminya tidak bisa menemukan dasinya, "Dimana dasiku sayang? Bisakah kamu membantuku menemukan dasiku?"
Istrinya akan mencuekkannya.
Ia tak akan jadi jengkel. Tidak akan mengeluh. Ia hanya terus bersiap.
Tentu saja pada akhirnya suaminya berhasil menemukan dasinya sendiri.
Saat itulah istrinya menghentikan apa yang tengah dikerjakannya, lalu memberikan rangkulan mesra dan ciuman, "Bagus sekali, sayang."
Itulah yang disebut menghadiahi dengan ikan.
Anda mungkin tertawa, namun cara ini sangat efektif. Dalam waktu beberapa bulan, suaminya tidak pernah lagi memintanya mencarikan sesuatu dan bisa menemukan sendiri benda-benda miliknya. Kini ia bebas pergi kerja pada pagi hari.
Itulah salah satu dari banyak contoh bagaimana cara melatih orang menggunakan penguatan positif yang merupakan psikologi Buddhis dasar.
Jangan kesal, bersikaplah tenang, jangan memikirkan apa yang terjadi, akan tetapi pada saat yang sama lakukan sesuatu yang positif berkenaan dengan hal itu.
Selamat Pagi
Salam damai sejahtera
GBU
AQ
SUATU SAAT KITA AKAN MENINGGALKAN MEREKA JANGAN MAINKAN SEMUA PERAN
By : Elly Risman
(Senior Psikolog)
Kita tidak pernah tahu, anak kita akan terlempar ke bagian bumi yang mana nanti, maka izinkanlah dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri .
Jangan memainkan semua peran,
ya jadi ibu,
ya jadi koki,
ya jadi tukang cuci.
ya jadi ayah,
ya jadi supir,
ya jadi tukang ledeng,
Anda bukan anggota tim SAR!
Anak anda tidak dalam keadaan bahaya.
Tidak ada sinyal S.O.S!
Jangan selalu memaksa untuk membantu dan memperbaiki semuanya.
#Anak mengeluh karena mainan puzzlenya tidak bisa nyambung menjadi satu, "Sini...Ayah bantu!".
#Tutup botol minum sedikit susah dibuka, "Sini...Mama saja".
#Tali sepatu sulit diikat, "Sini...Ayah ikatkan".
#Kecipratan sedikit minyak
"Sudah sini, Mama aja yang masak".
Kapan anaknya bisa?
Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana,
Apa yang terjadi ketika bencana benar2 datang?
Berikan anak2 kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri.
Kemampuan menangani stress,
Menyelesaikan masalah,
dan mencari solusi,
merupakan keterampilan/skill yang wajib dimiliki.
Dan skill ini harus dilatih untuk bisa terampil,
Skill ini tidak akan muncul begitu saja hanya dengan simsalabim!
Kemampuan menyelesaikan masalah dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan.
Bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi,
tapi juga lulus melewati ujian badai pernikahan dan kehidupannya kelak.
Tampaknya sepele sekarang...
Secara apalah salahnya kita bantu anak?
Tapi jika anda segera bergegas menyelamatkannya dari segala kesulitan, dia akan menjadi ringkih dan mudah layu.
Sakit sedikit, mengeluh.
Berantem sedikit, minta cerai.
Masalah sedikit, jadi gila.
,
Jika anda menghabiskan banyak waktu, perhatian, dan uang untuk IQ nya, maka habiskan pula hal yang sama untuk AQ nya.
AQ?
Apa itu?
ADVERSITY QUOTIENT
Menurut Paul G. Stoltz,
AQ adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami.
Bukankah kecerdasan ini lebih penting daripada IQ, untuk menghadapi masalah sehari-hari?
Perasaan mampu melewati ujian itu luar biasa nikmatnya.
Bisa menyelesaikan masalah, mulai dari hal yang sederhana sampai yang sulit, membuat diri semakin percaya bahwa meminta tolong hanya dilakukan ketika kita benar2 tidak sanggup lagi.
So, izinkanlah anak anda melewati kesulitan hidup...
Tidak masalah anak mengalami sedikit luka,
sedikit menangis,
sedikit kecewa,
sedikit telat,
dan sedikit kehujanan.
Tahan lidah, tangan dan hati dari memberikan bantuan.
Ajari mereka menangani frustrasi.
Kalau anda selalu jadi ibu peri atau guardian angel,
Apa yang terjadi jika anda tidak bernafas lagi esok hari?
Bisa2 anak anda ikut mati.
Sulit memang untuk tidak mengintervensi,
Ketika melihat anak sendiri susah, sakit dan sedih.
Apalagi menjadi orangtua, insting pertama adalah melindungi,
Jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sendiri juga sebagai orangtua.
Tapi sadarilah,
hidup tidaklah mudah,
masalah akan selalu ada.
Dan mereka harus bisa bertahan.
Melewati hujan, badai, dan kesulitan,
yang kadang tidak bisa dihindari.
_Selamat berjuang untuk mencetak pribadi yg kokoh dan mandiri....._
BATU GERINDA
Renungan Pagi:
*“BATU GERINDA”*
Di Bengkel,
salah satu Alat yg Paling sering digunakan adalah Gerinda..
Terbuat dari Batu Kasar, berfungsi utk
Mengikis,Memperhalus Permukaan
dan Mempertajam Alat2 Potong.
Ketika Batu Gerinda dan Benda yg Hendak dikikis itu bertemu, ....
maka akan Terdengar Bunyi Gesekan Keras, terlihat Percikan Bunga Api dan Benda tsb menjadi Panas..
Memang terasa tdk Nyaman, tapi
Hasil Akhirnya Sungguh Indah..
Permukaan yg Semula Kasar menjadi Halus.
Bagian Buruk dari Benda itu di Hilangkan bahkan di Bentuk dgn Indah.
Alat2 Potong yg Tumpul Bisa menjadi Tajam.
PESAN MORAL NYA:
Tahukah anda bahwa dgn Cara yg sama Tuhan Membentuk Karakter kita,
Memperhalus Tabiat kita,
Mempertajam Kehidupan kita dan Menjadikan Hidup Lebih Indah.
kadang TUHAN Memakai org2 di Sekitar kita utk Menjadi Batu Gerinda bagi kita,
dan mungkin juga tanpa kita sadari kita juga Menjadi Batu Gerinda bagi org lain.
Kita Saling Menggesek, Membentuk, Memperhalus, Mempertajam, Memperindah,Prosesnya memang tdk Menyenangkan,
tapi jika Melihat Hasil Akhirnya,
Semua Proses itu Terlihat Sungguh Layak.
Seringkali Kita menjadi Frustasi
saat Tuhan Menempatkan org2 Sulit di Sekitar kita..
Kita Berhadapan dgn Atasan yg Galak dan Kaku,
Rekan Kerja yg tdk Menyenangkan,
Pelanggan yg Menyebalkan.
Di Rumah kita di “Gerinda” oleh Pasangan atau Keluarga.
Di dalam organisasi ke agamaan kita juga Berhadapan dgn Saudara Seiman yg Masih saja Bisa Melukai dan Mengecewakan kita.
Namun atas semua itu, Tetap Bersyukurlah utk Semua org2 Sulit yg ada di Sekitar kita.
sebab mereka sdh Menjadi Batu Gerinda bagi kita..
Tanpa mereka,kita tdk Mungkin menjadi diri kita yang Dewasa, juga yang
....Rendah hati
....mudah memaafkan
....ikhlas
....Sabar
....mau mendengar
dan
....peduli org lain.
Semua Proses Untuk Kebaikan bagi diri kita.
“SETIAP ORG AKAN MENJADI BATU GERINDA BAGI SESAMANYA .
KITA AKAN MEMBENTUK DAN JUGA AKAN DIBENTUK”
Salam damai sejahtera
GBU
Memberi Makan
Renungan pagi:
*"Memberi Makan"*
Kalau setiap hari kita menyirami sebatang tunas, memupukinya maka akan tumbuhlah dia jadi pohon besar.
Tunas apapun, tunas "baik" maupun tunas "jelek".
Kalau setiap hari kita bilang anak kita bodoh, maka lama2 dia akan percaya bahwa dia bodoh dan benar2 jadi bodoh, dan dia tdk akan berusaha untuk jadi pintar krn dia "sudah" kita yakinkan bahwa dia bodoh.
Demikian juga penyakit kita, kalau kita pupuk, dan kita mensugesti diri sendiri bahwa "saya sakit" maka penyakit itu pasti akan tumbuh makin besar.
Alkisah seorang anak tinggal bersama kakeknya di pinggir hutan.
Tiap hari ia melihat dua serigala datang mendekati rumahnya.
Yang satu tampak baik, penurut,
yang lain agresif, serakah, penuh kebencian.
Anak ini bertanya:kek, siapa yang akan menang saat berkelahi.
Jawab kakeknya: pemenangnya serigala yang saya beri makan.
Kebaikan dan kejahatan, penyakit dan kesehatan sama seperti dua serigala tersebut, pemenangnya tergantung kepada siapa kita memberi makan..
Jadi berilah makan, binalah,jagalah : kebahagiaan, kebaikan, kesehatan. spy dia semakin kuat dan menang, jangan sampai kalah.
Senyumlah dan bersyukurlah dgn apa yg *"masih"* ada pada kita.
Katanya: *"cukupilah dgn gajimu dan jangan merampas"*
Sambil kita berobat ke dokter, sambil kita obati diri kita sendiri secara psikologis, krn diri kita sendiri punya kemampuan *"self healing"* .
Jangan mengeluh karena penyakit,
tapi terimalah dengan senyum bahwa sakit adalah bagian dari hidup yg harus kita hadapi.
Bagian hidup yg tdk dpt kita hindari.
Penyakit memang menakutkan (FEAR)
Jadi ada 2 pilihan:
*Forget Everything And Run.*
Atau *Face Everything And Rise.*
Dengan menerima dan senyum, tubuh akan mengeluarkan endorfin yg membantu penyembuhan, sebaliknya kalau menggerutu, *RASA* sakit akan lebih terasa lagi.
Ingat: *YANG MENANG ADALAH YANG KITA BERI MAKAN*
Salam damai sejahtera
GBU
Berkat dan Beban
Berkat & Beban
Jika seorang mendapat rumah besar, itu adalah Berkat. Tapi harus membersihkannya setiap hari itu adalah Beban.
Jika seorang mempunyai bayi, itu adalah Berkat. Tapi harus bangun tengah malam, dan merawatnya itu adalah Beban.
Jika seorang mencapai gelar sarjana tinggi, itu adalah Berkat. Tapi harus belajar dengan konsisten tiap hari, itu adalah Beban.
Jika kita mendapat kesembuhan yang sempurna, itu adalah Berkat. Tapi harus hati-hati memelihara kesehatannya, itu adalah Beban.
Berkat & Beban adalah suatu paket yang tidak dapat dipisahkan.
Kita tidak dapat hanya meminta Berkat tanpa mendapat Beban.
Jika kita memusatkan perhatian kita kepada Beban, maka kita tidak pernah merasakan Berkat.
Tapi apabila kita memusatkan perhatian kita kepada Berkat yang akan kita terima, maka kita akan merasa ringan untuk menanggung Bebannya.
Ingatlah bahwa Beban yang kita pikul tidak akan melampaui kekuatan kita.
Sebab itu…
Bersyukurlah setiap hari, karena tiap hari adalah Berkat.
BELAJAR MENGENDALIKAN MULUT
"BELAJAR MENGENDALIKAN MULUT"
Pernahkah kita membakar sebuah kertas?
Apa yg akan terjadi ketika kita mulai menyulutkan sebatang korek api pada kertas itu ?
Dalam sekejap saja kertas itu akan terbakar habis & menjadi abu.
Tak perlu membutuhkan waktu lama untuk membakarnya.
Korek api dapat kita ibaratkan sebagai mulut kita.
Dari mulut kita bisa mengatakan banyak hal, yaitu baik & buruk.
Mulut yg selalu berkata baik,
itu seperti sedang Menyirami Hati seseorang,
sehingga ada Damai Sejahtera & Ketenangan.
Berbeda halnya ketika mulut kita penuh dgn caci maki, kebohongan, kata² kotor, & kutuk,
itu akan dapat Membakar Hati seseorang, sehingga timbul pertengkaran.
Kita tak akan pernah bisa menjadi berkat ketika kita tak bisa MENGENDALIKAN MULUT kita.
Memulihkan hati seseorang yg terluka itu tidak mudah.
Sebuah kepercayaan yg tlah di bangun dgn susah payah,
dapat tiba² hancur ketika mulut ini mengatakan sesuatu yg tidak benar.
Oleh sebab itu,
ber-hati²lah dalam ber-kata².
Ketika ada seseorang yg memicu emosi kita, lebih baik kita Berdoa daripada berbalik menimpali dgn kata² yg kasar.
KITA ADALAH ANAK² TERANG YG MEMBAWA DAMAI SEJAHTERA,
BUKAN ANAK² PEMBAWA KEKACAUAN.
“Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran,
tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.”
GBU
MINDSET
*"MINDSET"*
*Ubahlah cara berpikirmu maka Nasibmu akan segera berubah.*
******
Seorang murid bertanya pada gurunya;
"Guru kenapa ya hidup ini selalu banyak masalah?"
Guru: "Bukan hidup yang banyak masalah tapi *pikiranmulah yang bermasalah...?"*
*"Kamu selalu berprasangka buruk pada apa saja dan siapa saja, itulah sebenarnya akar masalahnya"*
Murid: "Tapi faktanya aku selalu mendapat masalah dalam hidupku"
Guru: " Ya itu karena pikiranmu bermasalah", Setiap kejadian dalam hidup itu sifatnya netral, pikiran kamulah yang menilai itu "bermasalah" atau "menguntungkan".
Murid : "Maksudnya?"
Guru : "Misalnya apakah Hujan itu bermasalah atau ,malah menguntungkan".
Murid : "Bagiku bermasalah, karena kalau aku naik motor dan lupa bawa jas hujan pasti basah kuyup"
Guru : "Lantas kalau hujan bagi tukang Baso dan Tukang Payung apakah itu bermasalah?"
Murid : " Tentu saja tidak", bagi mereka malah menguntungkan.
Guru : *"yang jadi masalah Hujannya atau orangnya...?*
Ingatlah selalu
*ketika kita berprasangka baik maka hal-hal baiklah yang akan kita jumpai di sepanjang waktu kehidupan kita.*
dan
*ketika kita selalu berprasangka buruk maka hal-hal buruklah yang akan selalu kita jumpai setiap hari.*
Jadi jangan mengeluh jika kita termasuk orang-orang yang selalu merasakan pengalaman yang negatif dan tidak menyenangkan di sepanjang hidup kita.
*Karena kita dan pikiran kita sendirilah penyebabnya*.
Bisa jadi ketika kamu membaca tulisan ini sebenarnya Tuhan sedang mencoba membantu kamu *untuk memperbaiki cara berpikirmu,* agar hidupmu tidak selalu dirundung masalah.
*Jadi mari kita ubah cara berpikir kita* saat ini juga agar kita tidak lagi menjumpai pengalaman negatif dan tidak menyenangkan.
_Jangan pernah *menghina* orang lain, sebab hidup kita ibarat *roda* yg selalu berputar, bisa saja orang yg kita *hina* suatu hari hidupnya lebih *terhormat* daripada kita._
_Mengejek orang yg *buruk* muka, takkan menjadikan kita semakin *menarik*._
_Mengejek orang yg sedang *gagal*, takkan menjadikan kita *sukses*._
_Mengejek orang yg *miskin*, takkan menjadikan kita lebih *kaya*._
_Mengejek orang yg *bodoh*, takkan menjadikan kita lebih *pintar*._
_Maka biarkanlah keadaan orang lain dan *berusahalah *memperbaiki*diri kita sendiri* daripada mengomentari *keadaan* orang lain._
_Karena hidup adalah *WAKTU* yg dipinjamkan dan *HARTA* adalah anugerah yg dipercayakan._
_*Bersyukurlah atas tubuh, nafas, kesehatan, keluarga yg kita miliki*._
_Mari kita *sadari* bahwa kita selalu diberi yg *terbaik*._
_Ketika kita merasa *depresi*, kita sedang hidup dimasa lalu._
_Ketika kita merasa *cemas*, kita sedang hidup di masa depan._
TAPI
_bila kita merasakan *bahagia*, berarti *kita sedang hidup di *masa kini*._
_Kadangkala disaat *marah*, kita telah *melukai* perasaan orang lain._
Setelah semua *berlalu*, kita baru *menyadari* bahwa ada hati yg *terluka* sebenarnya adalah diri kita sendiri._
_Banyaknya *perkataan* yg terucap dan tindakan yg dilakukan saat *amarah* menguasai, sebanyak itu pula kita *melukai* diri kita sendiri._
_Tidak ada *musuh* yg tidak dapat ditaklukan oleh *CINTA KASIH*._
_Tidak ada *penyakit* yg tidak dapat disembuhkan oleh *KASIH SAYANG*._
_Tidak ada *permusuhan* yg tidak dapat dimaafkan oleh *KETULUSAN*._
_Tidak ada *kesulitan* yg tidak dapat dipecahkan oleh *KETEKUNAN*.
Nah sekarang *mari kita cek cara berpikir kita masing2* yang tercermin dari komentar-komentar kita setiap hari :
1. Melihat rekan kerjanya naik jabatan
*Orang postif :*
Saya akan belajar dari dia.
*Orang negatif:*
Pasti dia pinter banget cari muka
2. Melihat orang pergi liburan
*ke luar negeri :?*
*ORG POSITIF*
Ya Tuhan semoga kelak aku bisa seperti dia
*Orang negatif:*
Photonya paling cuma buat pamer-pamer doang.
3. Membaca status di WA/FA
*Orang Positif :* terimakasih untuk infonya izin share ya
*Orang negatif:*
ah infonya basi saya sudah pernah baca kok
4. Membaca status humor di WA/FB
*Orang positif:* terimakasih telah bisa membuat saya tersenyum pagi ini
*Orang negatif:* Garing ! gak lucu !
5. Turun Hujan
*Orang Positif :* puji Tuhan udaranya jadi sejuk
*Orang Negatif :*
Ah kalo pas lagi perlu terang malah hujan, Dasar Sial !!
6. Dapat Gaji
*Orang positif :* puji Tuhan bisa buat bayar-bayar kebutuhan
*Orang Negatif:* Percuma gajian juga gak cukup buat bayar2 kebutuhan
7. Punya Suami baik
*Orang Positif :* puji Tuhan meskipun gajinya tidak besar tapi suamiku baik dan penuh perhatian.
*Orang negatif :* Percuma punya suami baik, kalo gak bisa cukupin kebutuhan rumah tangga.
8. Melihat orang berpakaian Sederhana
*Orang positif :*
duh dia orang yang sederhana sekali ya meskipun pejabat.
*Orang Negatif:* Pejabat Tinggi tapi penampilannya kok kampungan gitu sih.
#. Membaca postingan ini
*Orang Positif:* Terimakasih sudah diingatkan, mohon izin sharing ya biar manfaat bagi yang lain.
*Orang Negatif:*
"Gak mau baca" karena dianggap menyindir dan menyinggung atau terlalu kasar.
*Tipe yang manakah kita....?*
akan menentukan nasib kita.
*Mau ubah nasib ?*
*Segera ubah MINDSET cara berpikir kita dan komentar kita setiap hari.*
Bandeng Presto
*INSPIRASI PAGI*
Bandeng Presto
*Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya.*
*Ikan bandeng memiliki daging yang lezat.*
*Namun, sayangnya memiliki tulang dan duri yang susah dipisahkan dari dagingnya.*
*Salah satu cara mengatasi masalah ini adalah dengan mengolah bandeng menjadi bandeng presto.*
*Bandeng diolah dengan pressure cooker, alat masak yang bekerja dengan memberikan tekanan tinggi.*
*Tekanan ini telah diatur sedemikian rupa, sehingga tulang dan duri bandeng tersebut bisa menjadi lunak, tapi dagingnya sendiri tidak rusak*.
*Kita pun dapat menikmati daging bandeng yang lezat tanpa harus terganggu dengan tulang dan durinya lagi*.
*Sahabat*,,,
*Hampir sama dengan ikan bandeng, ada juga banyak “Tulang dan Duri” dalam diri kita yang membuat hidup kita tidak menyenangkan bagi TUHAN.*
*Mungkin “Tulang dan Duri” itu berupa kesombongan, kekurangpercayaan, kekerasan hati, pola pikir yang salah, dan sebagainya.*
*Maka, kerap kali TUHAN harus mengatasinya dengan “Memasukkan” kita untuk sementara waktu ke dalam “Pressure Cooker”, situasi hidup yang sering kita anggap membuat kita stres*.
*Tentu dengan “Takaran Tekanan” yang sudah DIA atur, sehingga tidak akan melebihi kemampuan kita untuk menanggungnya.*
*Cukup kuat untuk “Melunakkan Duri” atau membentuk kita, tapi tidak sampai membuat kita hancur.*
*Apabila saat ini kita sedang berada dalam situasi yang tertekan, yang membuat kita stres, jangan menyerah Tetaplah beriman kepada-Nya.*
*Bahkan, pakai kesempatan ini untuk merenung dan mencari apa yang DIA ingin kita ubah dalam diri kita.*
*Lalu jalani dengan kesabaran dan ketekunan, agar melalui proses ini, kita menjadi pribadi yang lebih baik.*
Selamat pagi... TYM
FILOSOFI HIDUP DARI SEBATANG LILIN
Renungan pagi:
*FILOSOFI HIDUP DARI SEBATANG LILIN*
6 Pelajaran Hidup Yang Diajarkan Sebatang Lilin Kepada Kita.
Apa sajakah inspirasi dari sebatang lilin bagi hidup kita?
Pertama-tama,
Lilin harus terbakar dan meleleh, untuk menghasilkan kemilau cahaya. Begitupun dalam hidup ini,
Kita Ingin Sukses maka harus ada pengorbanannya. Ada harga harus dibayar jika kita ingin mendapatkan Kesuksesan.
Kedua,
tiap lilin punya waktu bakar yang terbatas. Maka dari itu Orang yang Menyalakan Lilin harus Memanfaatkannya dengan Optimal Selama Cahaya Lilin masih Menyala. Sama seperti lilin yang terbakar,
begitu pula semasa kita hidup di muka bumi ini, kita Harus Melakukan yang Terbaik dan Bermanfaat bagi Diri sendiri dan Orang lain Sebelum Kematian Menjemput Kita.
Ketiga,
Lilin yang tidak menyala maka tidak ada gunanya.
Begitu pula, dengan kehidupan kita. Intinya, kita dilahirkan dengan suatu tugas agar kita menjadi Pribadi yang Bermanfaat.
Keempat,
cahaya lilin tidak berkurang dengan menyalakan lilin yang lain.
Pernahkah sebatang lilin kuatir bahwa nyalanya akan menjadi semakin berkurang tatkala ia menyalakan lilin yang lain? Tidak sama sekali bukan? Jadi, tidak ada yang dirugikan, dengan kesediaannya untuk menyalakan lilin yang lain.
Begitu pula kalau lilin itu dikaitkan dengan pengetahuan dan kebijaksanaan kita tidak Akan Berkurang malah akan Bertambah Jika di Bagikan ke Orang Lain.
Kelima,
memadamkan lilin lainpun, tidak akan membuat nyala lilin yang satu ini menjadi lebih terang.
Bayangkan jika sebatang lilin merasa tersaingi oleh lilin yang lain lalu berusaha memadamkan yang lainnya. Apakah lantas sinarnya akan menjadi lebih terang? Sama sekali tidak.
Begitu pula dengan menghancurkan hidup orang lain, tidak akan membuat kita menjadi Hidup lebih Baik.
Keenam,
ketika orang menyimpan api lilinnya sendiri, waktunya terbatas sampai Lilin itu Habis maka Api nya akan Mati. tetapi ketika Apinya dibagikan ke Lilin lainnya maka waktu nyalanya jadi Tak Terbatas, yang Artinya Berkelanjutan Terus.
Kembali, hal ini bisa kita samakan dengan Kegunaan dari pengetahuan dan pengalaman kita. Jika kita yang menyimpannya sendiri, maka Kegunaan dari pengetahuan dan pengalaman itupun hanya akan ada sepanjang usia kita.
Tetapi, takala Kegunaan dari pengetahuan dan pengalaman itu kita bagikan ke Sesama Kita dan Orang Lain, maka Kegunaannya menjadi tak terbatas, yang artinya Berkelanjutan Terus karena terus di bagikan Tampa Henti.
Salam damai sejahtera
GBU.
FORGIVE YOUR IMPERFECT PARENTS
Renungan pagi:
*FORGIVE YOUR IMPERFECT PARENTS*
By Galatia Chandra
Maru dan Masu adalah sepasang kembar identik yang lahir dari sebuah keluarga yang sangat kacau.
Ayahnya adalah seorang pemabuk dan sangat suka berjudi.
Sementara ibunya adalah pekerja keras yang mencari nafkah untuk keluarga mereka.
Saat ibunya tidak berada di rumah. Kesalahan yang kecil saja, maka si kembar akan menjadi bulan-bulanan penyiksaan sang ayah yang brutal. Mereka tumbuh dengan rasa benci pada sang ayah.
Lalu bagaimana dengan ibunya?
Setiap kali mereka melaporkan kejadian dimana mereka diperlakukan tidak adil oleh papanya. Ibunya cenderung mengatakan, “sudahlah… Jangan cari masalah dan keributan. Kamu mau ibu tambah menderita lagi?”.
Sikembar tumbuh dengan perlakuan tidak adil dari ayahnya dan tidak pernah dibela sekalipun oleh ibunya. Mereka pun tumbuh dengan kebencian di dada mereka.
Singkat cerita, waktu pun berlalu. Mereka pun beranjak dewasa, kedua orang tua mereka pun sudah meninggal. Maru bertumbuh mejadi pemuda yang sukses, hidup bahagia bersama isteri dan keempat orang anaknya, sedangkan Masu menjadi seorang kriminal dan akhirnya tertangkap serta masuk penjara.
Seorang wartawan berusaha mewawancarai si kembar ini di tempat yang terpisah.
Masu mengatakan: Apa yang kamu harapkan dari orang yang hidup di keluarga yang hancur. Buat saya papa saya itu adalah monster dan karena ia sudah tidak ada, saya tidak bisa membalas perbuatannya. Sehingga saya jika melihat orang seperti dia, Saya ingin melampiaskan rasa benci saya itu dan membuat agar orang itu menderita. Saya juga ingin menunjukkan pada semua orang bahwa di dunia itu tidak ada yang adil. Mereka harus mengalami penderitaan yang lebih berat dari saya.
Dengan berapi-api dan emosi yang menyala-nyala Masu mengatakan hal tersebut.
Maru mempunyai cerita yang berbeda. “Pada awalnya saya mempunyai masalah yang sama dengan Masu. Saya membenci ayah saya. The most!!! Bahkan ketika ia sudah meninggalpun saya sangat membencinya…
Lalu suatu hari isteri saya bertanya pada saya. Apakah saya membenci dirinya serta anak-anak kita? Saya jelas menjawab bahwa saya mencintai mereka.”
“Isteri saya menyadarkan saya bahwa jika saya membenci ayah saya, sesungguhnya saya hanya menyiksa diri saya sendiri. Dengan memendam kemarahan saya pada ayah saya maka emosi saya menjadi semakin tinggi dan secara tidak sadar emosi itu sering terletup keluar dan ujung-ujungnya adalah saya melukai banyak orang-orang yang saya kasihi.
Dan ketika kejadiannya seperti itu, maka saya akhirnya menyalahkan diri saya. Dan membuat hidup saya sangat menderita.
Akhirnya saya putuskan untuk memaafkan Ayah saya dan saya maafkan Ibu saya.
Ketika saya berdamai dengan perasaan saya, maka seketika itu juga damai menyelimuti diri saya. Saya pun akhirnya memutuskan untuk hidup dalam Kasih dan Cinta.
Isteri saya membantu sekali dalam rekonstruksi kebencian yang selama ini tertanam di hati saya. Kini saya orang yang bebas dari belenggu kebencian dan saya hidup lebih bahagia, tanpa beban yang selama ini terus saya pikul ke mana-mana.
Ya ketika kita membenci seseorang, maka orang yang menderita itu bukanlah orang yang dibenci melainkan dirinya sendiri.
Kita tidak perlu menyalahkan siapa pun di dalam hidup kita,Kita harus sadari bahwa tidak ada orang tua yang sempurna di dunia ini. Oleh karena itu, bila kita ada perasaan kesal, benci terhadap salah satu atau kedua orang tua kita. Ampunilah mereka. Maafkanlah mereka. Itu sangat penting. Bukan untuk diri mereka. Melainkan untuk diri Anda sendiri.
_“The only time you truly become an adult is when you finally forgive your parents for being just as flawed as everyone else.”_
( Douglas Kennedy.)
Salam damai sejahtera
GBU
KEPRIBADIAN, NILAI & KARAKTER.
SEBELUM TIDUR, ATAU SAAT BANGUN TIDUR ,
Ambil waktu Untuk lihat istri / suami / anak2...
LALU RENUNGKAN TULISAN DIBAWAH INI.
*KEPRIBADIAN, NILAI & KARAKTER.*
Waktu suami sedang pdkt (pendekatan) ke saya, salah seorang temannya berkata, "Selamat kalo bisa dapat orang sombong." Wah!
Memang dulu saya pendiam, kalau jalan mata lihat ke bawah, tidak bicara kalau tidak ditanya. Kebalikannya, suami saya ceria, banyak bicara, suka menyapa kanan dan kiri.
Kepribadian (personality) kami berbeda, tetapi untunglah di pernikahan tidak banyak goncangan, karena nilai (values) dan karakter kami mirip.
*BEDAKAN KEPRIBADIAN/PERSONALITY DAN KARAKTER.*
Orang lahir dengan kepribadian tertentu.
Bahkan anak kembar memiliki kepribadian yang berbeda: ceria vs. pendiam, berani vs. berhati-hati.
*Tetapi karakter baru terbentuk saat ia membuat membuat keputusan-keputusan berdasarkan nilai-nilai yang diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.*
Orang dengan kepribadian periang, ada yang memiliki karakter jujur, ada yang culas.
Orang pendiam, ada yang pelit, ada yang murah hati. Karakter tidak didapatkan sejak lahir. Kejujuran, kesetiaan, dll., itu harus dibangun.
*BENTUK KARAKTERNYA, BUKAN UBAH KEPRIBADIANNYA /PERSONALITY*.
Ada orang tua yang ingin anaknya yang pendiam menjadi ceria.
Keinginan mengubah kepribadian anak *membuat anak merasa ditolak* karena tidak diterima apa adanya. Sebenarnya, dengan kepribadian apapun juga, kita bisa memiliki anak dengan karakter yang baik.
Seseorang bisa menjadi orang yang jujur, baik ia ceria maupun pendiam.
*TANAMKAN NILAI YANG MENETAP.* Seorang bayi belum terbentuk karakternya (integritas, disiplin, rendah hati, mengasihi dll).
*Kewajiban orang tua menanamkan nilai-nilai yang luhur dalam hidup anak-anak*
dengan cara bercerita, melatih mereka, teladan hidup, dll.
Jangan menyerahkan urusan ini pada sekolah atau lembaga keagamaan, karena nilai ditransfer melalui *impartasi dan inspirasi yang terus menerus.*
Terakhir, buat yang sedang pdkt, *cinta bukan berarti cocok.* Kepribadian mirip, bukan jaminan lancar. *Yang penting adalah nilai yang sama dan karakter yang unggul*
(Esther Idayanti).
*NILAI-NILAI DAN KARAKTER ANDA MENDEFINISIKAN SIAPA ANDA SEBENARNYA*
Your values and character define who you are.
MY BAG, MY MIND
Renungan pagi:
*MY BAG, MY MIND*
(TASKU, PIKIRANKU)
Setiap hari sebagian besar dari kita membawa tas untuk bekerja/kuliah. Jika sedang ada waktu luang, cobalah lihat/bongkar isi tas kita.
Ternyata, kadang-kadang separuh dari isi tas itu adalah barang-barang yang sudah tidak kita perlukan,
seperti: struk ATM yang sudah buram, bungkus tisu, agenda yang jarang dibaca, recehan yang kotor, ballpoint yang sudah macet, kumpulan tagihan kartu kredit, dan sebagainya.
Meski mungkin ringan, tetapi umumnya barang-barang yang tidak diperlukan membebani tas kita.
Sebaiknya sortir dan buang barang-barang yang sudah tidak diperlukan tersebut.
*MY MIND*
Kadang, mirip dengan tulisan My Bag di atas, pikiran kita (tanpa disadari) selama ini sering kita bebani dengan hal-hal yang tidak perlu seperti: Penyesalan masa lalu,
Rasa kecewa,
Perasaan jengkel,
Iri Hati,
Kurang puas atas kondisi yang terjadi,
Rendah diri, dan sebagainya.
Pikiran-pikiran yang tidak perlu akan terus membebani perjalanan hidup kita, sehingga dampaknya raut wajah akan kelihatan suntuk, stres, dan hidup kurang nyaman.
Kita juga akan membenci hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita.
Lakukan terhadap My Mind sama dengan apa yang kita lakukan dengan My Bag di atas.
Sortir dan buanglah segala beban pikiran yg tdk ada manfaatnya itu.
Lakukan setiap hari dan ciptakan kebiasaan berpikir positif agar kita bisa menjalani hari-hari dengan "ringan" dan menyenangkan.
Salam damai sejahtera
GBU
KESABARAN
Renungan pagi:
*"SABAR , ADA HAL INDAH DIBALIK SEMUA KESUKARAN "*
Seorang anak MENGELUH pada ayahnya:
Aku CAPEK, sangat CAPEK.
Aku belajar mati-matian sedang temanku dgn enaknya MENYONTEK.
Aku mau MENYONTEK saja!
Aku CAPEK
karena aku harus terus MEMBANTU Ibu,
sedang temanku punya pembantu.
Aku CAPEK
karena aku harus MENABUNG, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus MENABUNG.
Aku CAPEK
karena harus MENJAGA LIDAHku,
sedang temanku enak saja berbicara sampai aku SAKIT HATI.
Aku CAPEK ayah,
aku CAPEK menahan diri… Mereka terlihat SENANG, aku ingin BERSIKAP seperti mereka ayah! ..” sang anak mulai MENANGIS.
Sang Ayah hanya TERSENYUM dan mengelus kepala anaknya: Anakku, ayo IKUT Ayah.
Mereka menyusuri jalan yg JELEK, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang.
”Ayah, mau kemana kita ?
Aku TIDAK SUKA jalan ini.
Lihat sepatuku jadi KOTOR, kakiku LUKA karena tertusuk duri. Badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun SUSAH karena banyak ilalang..
aku BENCI jalan ini ayah,” anaknya terus MENGELUH.
Akhirnya mereka sampai di sebuah Telaga yg Sangat INDAH,
- airnya sangat SEGAR,
- ada banyak kupu-kupu,
- bunga-bunga yg CANTIK, dan
- pepohonan RINDANG.
“Wah… tempat apa ini ayah ?
Aku SUKA tempat ini...!”*
“KEMARILAH anakku, ayo duduk di samping Ayah”.
Anakku, ...TAHUKAH kau ...
mengapa di sini begitu SEPI ραdαhal ...AMAT INDAH ?”
*”Itu karena orang tidak mau MENYUSURI ĵαlαn yg JELEK tadi , padahal mereka TAU ada telaga di sini. Mereka hanya KURANG SABAR dalam menyusuri jalan ini.*
🔙🔛🔙
*Pesan moralnya*
Demikian juga TUHAN
Kadang *mengizinkan hidup kita menyusuri dan melewati... kesulitan....Badai ...masalah*
....tapi ....
di balik semua itu kita dibawa Menikmati ....
*Rancangan NYA yang INDAH.*
”sahabatku,
*- butuh ....KESABARAN dalam BELAJAR,*
*- butuh KESABARAN dalam bersikap BAIK,*
*- butuh KESABARAN dalam KEJUJURAN,*
*- butuh KESABARAN dalam setiap KEBAIKAN agar kita mendapat
*KEMENANGAN.”*
HIDUP adalah... PERJUANGAN untuk ...MENGENDALIKAN dan MENGALAHKAN DIRI.
MEMBENAHI DIRI SENDIRI
adalah Kunci untuk
MENJADI LEBIH BAIK.
Sibuk mencari kesalahan orang lain tidak membawa kita menjadi lebih BAIK.
Sibuk mencari kesalahan orang lain tidak membuat kita lebih baik dari nya.
*JALANI HIDUP dengan PENUH KESABARAN.....*
karena KESABARAN selalu membawa hidup menjadi LEBIH BAIK
SEMUA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA
Salam damai sejahtera
GBU
Pentingnya Air
Pentingnya Air
4th lalu aku masih olah raga - bersepeda pagi
Tapi.. 4th lalu aku kena stroke
Ketika aku bangun aku sudah di rmh sakit...
6 hari di UGD
7 hari di kamar opname
Hasil diagnosa
Tekanan darah tinggi, darah kental, pembuluh darah pecah
Keluar dr rumah sakit
tiap hari minum obat tiada habisnya
Macam2 produk u/kesehatan
Menahan sakit pijatan
Duduk dikursi roda
Pakai tongkat leter U
U/belajar berdiri
Kondisi spt anak usia 2th yg belajar jln
Sungguh kondisi yg tdk mudah
Aku juga berpikir..
Kenapa aku bisa kena stroke
Dibawah perawatan dr Lin baru aku tahu
penyebab yg sebenarnya
Dahaga yg berkepanjangan... kekurangan air
Disini aku ingin ingatkan kalian
Ingatlah selalu tuk minum air... agar badan tidak kekurangan air
Kita tiap hari perlu:
Berat bdn 1kg 30 cc
Berat bdn 60 kg.. 60x30=1800cc...(plg sedikit)
Klo keluar bawa persediaan air minum
Ada org yg bilang minum bnyk air bs sering ke toilet
Jawabanku adalah
Lebih baik sering ke toilet drpd kena stroke..
Tolong diingat:
Sebelum/sesudah OR.. 1 gelas air
Sebelum/sesudah mkn... 1 gls air
Sebelum tidur... 1 gls air hangat
Bangun tidur.... 1 gls air hangat
Semoga kalian sehat sampai tua
Kupersembahkan pengalaman pribadiku u/pertimbangan
(Klo air cukup... ga gampang kena stroke)
Para pembaca, stroke bukan lagi penyakit org tua dan laki2 saja, skrg org muda juga bnyk yg kena stroke. Air yg berkecukupan adalah jalan pencegahan. Semua harap bisa memeriksanya. Sebarkan.
JANGAN MENUNGGU
Renungan pagi:
*JANGAN MENUNGGU*
By Galatia Chandra
Banyak manusia di dunia ini berpikir,
jika saya kaya atau jika saya menikah saya akan bahagia, ada juga yang berpikir alangkah bahagianya jika bisa punya bayi.
Namun ketika memiliki semuanya itu kita masih juga tidak bahagia,
kita malahan bertambah sibuk & mungkin frustasi sambil berpikir, kapan anak saya besar.
Ketika anak kita remaja kita kembali Bingung & bertanya bagaimana berkomunikasi sama anak ini agar dia menghentikan perilaku2 buruk nya seperti malas dll.
Kita juga berpikir alangkah bahagianya Bila pasangan kita bisa berperilaku seperti yang kita ingini.
Alangkah bahagianya jika bisa jalan-jalan dan rekreasi ke manca negara.
Dan lain-lain.
Kebenarannya adalah: Tidak ada waktu yang terbaik untuk bahagia Selain "Sekarang".
Hidup kita akan selalu penuh dengan tantangan-tantangan.
Adalah penting untuk menyadari hal ini dan memutuskan untuk memilih tetap "BAHAGIA".
Alfred D Souza pernah berkata: "long time it had seemed to me that life was about to begin - real life. But there was always some obstacle in the way, something to be gotten through first, some unfinished business, time still to be served, a debt to be paid. Then life would begin. At last it dawned on me that these obstacles were my life."
Hidup ini tidak akan pernah sempurna. Adalah peranan diri kita sendiri lah yang menyempurnakannya.
Perspektif ini menolong kita utk melihat bahwa tdk ada jalan utk kita bisa hidup menunggu kebahagian itu datang pada kita. Sebab sesungguhnya kebahagiaan itu adalah "KEPUTUSAN" dan bukan "KEADAAN" sebab itu putuskanlah utk Bahagia hari ini dan berhentilah menunggu.
If you want to be happy... Be happy NOW!!!
"If you are depressed you are living in the past. If you are anxious you are living in the future. If you are at peace you are living in the present."
(Lao Tzu)
Salam damai sejahtera
GBU